Aku pernah menghardik waktu: yang ku tunaikan dengan penuh malah mencampakkanku. Hingga pada akhirnya aku menyadari, bahwa waktu menempatkan seseorang di tempat yang tepat.

Mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi adalah salah satu dari sekian banyak hal yang di cita-citakan orang-orang. Salah satunya diriku. Impian ini diawali dari sebuah candaan seorang teman baik, Inup, sewaktu kami dulu berjuang menyelesaikan sekolah kejuruan. Kala itu, dunia kami diwarnai dengan munculnya film Habibie dan Ainun, dan ia menontonnya. Setelah menonton film tersebut, ia berkata padaku,

“Sat, kowe mirip Habibie, lho.”

“Ah, mosok, ora ah.”

Gurauan itu berlalu, namun membuatku penasaran untuk menontonnya secara langsung. Aku tidak melihat adanya kemiripan. Itu terlalu jauh. Beliau adalah Presiden, dan aku hanya siswa STM yang ingin segera lulus dan mendapat pekerjaan. Kuliah…


Seperti kudapan-kudapan yang kita santap, telah pecah menjadi partikel-partikel kecil, dan merasuk dalam tubuh. Bentuk tubuh adalah hasil dari itu semua. Tentu dengan bagaimana partikel itu kita tindak. Mendiamkannya saja atau membuatnya bergerak dan menghasilkan bentuk tubuh yang kita kehendaki.

Seperti oksigen yang kita hirup, yang telah banyak memasuki tubuh orang-orang. Satu bagian kecil tinggal dalam tubuh kita, menetap dan mempengaruhi apa yang menjadi diri kita seperti saat ini.

Seperti halnya diri kita. Kita adalah kumpulan dari perjumpaan-perjumpaan yang membentuk pola pikir, akal, dan hati. Seperti petuah yang setidaknya pernah terdengar oleh kita, “jikalau kita dekat dengan penjual minyak wangi, maka kita akan wangi juga, begitu juga ketika kita dengan penjual minyak tanah.”

Pada beberapa kesempatan, pertanyaan tentang “jelaskan siapa dirimu?” selalu menjadi pertanyaan yang sukar untuk dijelaskan. …


Salam, semoga keselamatan dan keberkahan selalu mendampingi di setiap langkah

Buku Sketches and Regrets merupakan buku yang diterbitkan oleh Omah Library. Peran saya di proyek buku ini adalah sebagai desainer bukunya. Impresi saya sewaktu pertama kali mendapati proyek ini adalah rasa penasaran, terutama dari judul bukunya. Judul yang memicu berbagai bayangan tentang apa yang terjadi pada sketsa dan sesal. Ini juga menjadi salah satu buku arsitektur yang unik, baru pertama ini saya membaca yang seperti ini.

Buku arsitektur kebanyakan, jika tidak membahas karya, ya teori. Namun, ini beda. Baru ini ada buku yang sangat personal dan emosional, serta mudah di…


Salam, semoga keselamatan dan keberkahan selalu menyertai teman-teman semua.

Sudah satu bulan. Ya, satu bulan sudah aku menghapus Instagram dari gawaiku. Ini bukan pertama kalinya, tetapi satu bulan ini banyak hal yang dapat ku pelajari dari kali ke dua aku menghapus piranti lunak media sosial.

Kalian kalau buka gawai sekarang, apa sih yang jempol kalian itu tuju? Rasa-rasannya sudah otomatis dia mencari piranti lunak yang begitu populer ini. Seperti punya otak sendiri.

Kalau sudah terbuka, pasti waktu kita akan banyak terpakai mengusap-usap layar, melihat kabar terbaru dari lini-lini yang kita ikuti. Tidak jarang kabar suka, duka, hingga kreasi dari teman-teman…


Halaman-halaman awal buku Secrets of Divine Love karya A. Helwa

Salam, semoga keselamatan senantiasa menyertaimu.

Sore ini langit masih suram. Kelabu, namun hujan tidak lekas turun. Masih ada kicau-kicau burung dan suara anak-anak bermain di jalanan kampung. Aku banyak bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi akhir-akhir ini. Satu yang paling tragis, aku merasa kehilangan Tuhan. Kehadirannya kini samar-samar, sekedar memberi apa yang setiap manusia butuhkan pada umumnya. Aku selalu bertanya pada diri, seberapa banyak dosa, serendah apa diri, sebanyak apa aku menyakiti makhluk lain.

Jujur saja aku lelah dengan topeng-topeng yang manusia kenakan untuk melabeli dirinya yang paling benar, yang paling suci, dan menihilkan hal-hal lain yang tidak ia kehendaki. …


Kegiatan ini bermula dari sebuah iklan di Instagram tentang sebuah kursus daring yang mengajak kita untuk menggali potensi otak manusia. Kursus ini dibawakan oleh Jim Kwik di platform Mindvalley yang berjudul Superbrain Quest. Namun, sayangnya dompet saya masih belum bisa menjangkau harga akses kursusnya yang berada di kisaran $400 keatas. Untungnya, mental pembajak di Indonesia saya masih tertanam. Don’t get me wrong, saya masih belajar untuk mendapatkan apapun dengan tidak membajak (jika kantong saya saat itu luas tentunya, hehehe…), seperti perlahan hijrah dari perangkat lunak Adobe yang masih bajakan ke Affinity yang saya beli, dan dengan diskon tentunya. Alhasil, saya…


Kata sang penulisnya, Erin Niimi Longhurst, buku ini mengajak kita untuk menjelajahi seni orang-orang Jepang dalam mencari keadaan utuh melalui upaya hidup bahagia, bugar, dan penuh makna.

Sepertinya halaman mukanya menjanjikan. Reka gambar vektor sederhana yang melukiskan gunung Fuji dengan matahari yang sedang ingin tenggelam. Sayangnya, saat saya menulis ini, matahari masih berada di atas langit. Tulisan Japonisme dicetak tebal, paling besar, paling nampak hitam, yang menjadi identitas tekstual buku ini. Mari kita andai-andaikan sedang duduk dibawah pohon di tepi danau Kawaguchi di sore hari, memandang gagah nya Fuji dengan mega-mega yang tersapu langit keemasan.

Kokoro — Hati dan Pikiran

Dalam bahasa Jepang, ada tiga…

Satria A. Permana

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store